Pages

Kumpulan Contoh Puisi Cinta Romantis

Kumpulan Puisi Cinta Galau, Kata Bijak Mutiara, Puisi Guru, Alam, lingkungan sekolah, hidup dalam bahasa inggris

Contoh Puisi Tentang Ayah Tercinta Terbaik 2015

Puisi ayah | Ayah, ah nama itu selalu menyimpan kenangan selama aku hidup hingga nanti setelah mati. Masih ingatkah kalian pada kemarahan ayah kita? saat kita melakukan kesalahan, atau saat keinginan kita tak sejalan dengan apa yang ayah harapkan. Masih ingatkah sosok laki - laki yang bekerja mencari receh demi suap demi suap nasi yang kita makan setiap hari? masih ingatkah pada sosok pria yang seringkali pulang dengan wajah letih dan kening berkerut setelah seharian membanting tulangnya demi kehidupan kita?

Bagiku, Ayah lebih dari sekedar manusia yang telah berkorban demi kehidupanku, lebih dari itu, Ia adalah malaikat pelindung yang Tuhan kirimkan untuk kita. Diantara senyum lebar ayah saat ia bahagia, diantara gigi - giginya yang kian rontok dimakan usia atau wajah keriput yang menghiasi rupanya, tentu ada banyak kenangan baik menyenangkan atau menyedihkan yang membekas di hati kita mengenai sosok ayah. Kenangan - kenangan dan jasa - jasa ayahlah yang kemudian menuntun jari jemari ini menulis huruf demi huruf dalam satu tulisan Puisi Tentang Ayah Yang Penuh Kasih Sayang. 
Contoh Puisi Tentang Ayah Tercinta Terbaik 2015
Contoh Puisi Tentang Ayah Tercinta Terbaik 2015

Kumpulan Contoh Puisi Ayah Tercinta Terbaik 2015


Laki - Laki Pengibar Kehidupan

Kutatap wajah lelah di sana
Berjibaku diantara panas dan letih
Keringat menyisir tubuh rapuh itu
Apakah kau pernah mengeluh ayahku?

Dibalik segala senyum yang kau lukis
Adakah engkau mengeluh kepada kehidupan?
Mengapa letihmu untuk anak - anak yang menyusahkanmu
Mengapa sakitmu demi putra - putri yang tak tahu cara menghormatimu?

Kami hanya sesosok anak durhaka
Yang tak tahu bagaimana berterima kasih pada perihmu
Bahkan kasih sayangmu, sering terbalas dengan pelanggaran

Adakah kau mengeluh ayahku?


Saat kau membanting tulangmu,
Mungkin kami sedang menghamburkan segala hasilmu
Saat kau meremukkan tubuh rapuhmu
Mungkin kami hanya berpesta mengumbar hawa

Adakah kau mengeluh ayahku?

Saat kemudian kami menjadikanmu makanan kemurkaan
Saat engkau menanggung malu pada kebodohan kami
Saat kau harus menyusuri jantung waktu demi ketololan kami
Saat kau tahu, kami bukan anak yang berbakti kepadamu


Adakah kau menyesal ayahku?
Ketika disini kami membuang uangmu demi kebahagiaan sesaat

Ketika kami bersendar gurau tanpa tentu dengan jerihmu
Ketika kami menyia - nyiakan keringat kerja kerasmu
Ketika kami bahkan tak pernah membuatmu bengga

Ayah, engkau pengibar kehidupan

Adakah kau mengeluhkan kehadiran kami?
yang hanya mencintaimu dengan keburukan

Bukan menyayangimu dengan kasih sayang


Puisi Untuk Ayah Yang Telah Tiada


Hadirlah Dalam Mimpiku,

Ingin kugali setiap tanah yang menutupi tubuhmu
Ingin Kucabut papan bertuliskan namamu itu
Lalu membanca mantra sakti untuk menghidupkanmu
Namun, adakah aku mengganggu kedamaianmu disana?

Mengapa harus ada kematian di saat aku sedang merintis kehidupan
Saat aku masih mencuri waktu disela harapan

Mengapa harus ada akhir dari kenanganmu
Ketika kenangan itu masih menanti untuk berjalan


Ayah, akankah kau mendengar suara hatiku?
Atau kini engkau telah terlalaikan oleh keindahan surgawi?
Ah, aku membutuhkanmu ayah,,
Hadirlah dalam mimpiku malam ini



Berikan aku Kesempatan.


Dear Tuhan, 

Sepertinya penyesalanku ini tak merubah jengkal kehendakmu. Tak peduli seberapa air mata yang kuteteskan diantara sisian pipi, kehendakmu atas kematian tak mungkin Kau rubah. Namun, aku mohon wahai sang pemilik segala ruh, ku titipkan jiwa ayahku kepadaMu. Jangan ada api yang menyentuh tubuhnya, jangan ada siksa yang kau berikan untuk membalas lakunya.

Penyesalan ini bukan sekedar tentang kehilangan sesosok pejuang kehidupan. Namun, sesal ini, lahir dari waktu yang tak bisa kami curahkan untuk membalas kepercayaannya. Untuk setiap jerih payah yang kami hambur - hamburkan demi kesenangan hati ku. Adakah ketika itu, aku tak sadar, ada saatnya wajah itu akan berubah membiru, bibirnya mengatup rapat dengan mata terpejam penuh kesakitan. Mengapa tak ingatkan kami bahwa suatu saat dikala ayah tak lagi di sini, ada kehilangan yang sangat yang menikam dada. Sementara kami, tak sempar berbakti memberi rasa bahagia demi membalas secuil kasih sayangnya. 

Kini, saat tubuh itu terkubur sendiri di tanah penuh jasad. Kami tersadar, tak ada lagi senyum sang Ayah, tak ada lagi bentakan - bentakan ketika mengingatkan kesalahan kami, tak ada lagi gurauan saat bersamanya, tak ada lagi, sungguh tak ada lagi ruang untuk kembali menemuinya. 

Tuhan, berikan aku kesempatan diantara kemustahilan. Bahwa, ketika dunia kami berbeda, kami bisa bersatu dalam satu doa yang kupanjatkan lewat sujudku padaMu. Satukan kami dalam surgaMu, dengan rahmat dan kasih sayangMu, berikan aku kesempatan menjadi anaknya agar bisa berbakti di surga sana. Mencium kakinya dan berkata " aku mencintaimu, Ayah ".

Puisi Rindu Ayah Tercinta

Lewat gelap kutitipkan rindu
Antara jari kemari malam
Menautkan segenggam hati dengan pemiliknya
Rindu ini untukmu, ayah

Saat rindu meringkuk di kamar hati
Menelaah kenangan yang menyerap rasa
Disebalik kesedihan dan kehilangan
Rindu kian menggema
Seperti lautan yang bergemuruh
Menerjang karang ketegaran
Menghempaskan bahtera ketabahan

Duhai pemilik rindu
Sampaikan salam ku pada Ayah
Hanya Engkau yang menguasai dua Alam
Tempatku berdiri
Dan tempatnya bersemayam
Maka, berikan aku ijin
Menitipkan kerinduan diantara jari jari yang menengadah
Diantara mantra dan doa
Diantara keinginan dan harapan
Titip rindu untuk Ayah

Untukmu yang masih bersanding dengan seorang ayah, maka lihatlah kembali dirinya,Ia adalah sosok yang telah banyak berkorban untukmu. Pandanglah ia sebagai manusia yang kian rapuh namun selalu menguatkan dirinya agar tampak selalu kuat di depan anak - anaknya. Jangan hanya mencari kesalah yang ia lakukan, tapi ingatlah bahwa setiap nafas dan detak jantung yang kita rasakan adalah hasil dari kerja kerasnya. Semoga artikel tentang puisi ayah tercinta ini dapat menjadi salah satu pengingat kita bahwa diantara banyak orang yang paling berjasa dalam hidup, ada ayah dan ibu. Maka, jaga mereka selagi mereka masih bisa kita jaga, karena esok, jika bukan kita yang mendahului mereka untuk kembali ke alam kubur, maka, merekalah yang akan meninggalkan kita dari dunia ini. 



loading...
Back To Top