Pages

Kumpulan Contoh Puisi Cinta Romantis

Kumpulan Puisi Cinta Galau, Kata Bijak Mutiara, Puisi Guru, Alam, lingkungan sekolah, hidup dalam bahasa inggris

Puisi Ibu Tercinta Untuk Kasih Sayang Tanpa Batas

Puisi Ibu | Ibu adalah sesosok manusia yang teramat berjasa untuk kehidupan kita. Tanpanya, kita bukan apa - apa. Bahkan, tanpanya kita benar - benar tidak ada. Ibu, dalam cangkang fisik seorang wanita merupakan perwujudan malaikat yang Tuhan kirimkan untuk menjaga kita, merawat, mendidik dan menjadikan kita dapat berdiri hingga sekarang ini.

Puisi Ibu tercinta sengaja saya tuliskan disini sebagai salah satu pengingat betapa besar jasa orang tua terutama ibu. Jika kita lupa pada jasa ibu, atau yang kini merasa bahwa ibu kita tidak lagi sayang hanya karena kita berseberangan pendapat dengan beliau, maka semoga kumpulan puisi ibu tercinta ini dapat menjadi salah satu cambuk pengingat bahwa betapapun seorang ibu tetaplah wanita rapuh yang kuat karena kasih sayangnya kepada kita. Semoga bermanfaat.

Kumpulan Puisi Untuk Ibu Tercinta Terbaru 2015

Puisi Ibu Tercinta Untuk Kasih Sayang Tanpa Batas

Puisi Ibu Tercinta : Surat Untuk Harapanku

Duhai anak yang kupertaruhkan nyawaku untukmu
Di tanganmu, kutitipkan harapan masa tua
Bahkan impian saat aku telah tiada
Saat ibu telah menjadi nama digoresan nisan

Maafkan ibu yang tak sesempurna Tuhan dalam mencintaimu
Yang sering membuatmu kecewa saat tak satu jalan
Ketika jalan yang kita tempuh seolah tak sama
Ketika keinginan yang kita pinta tak bisa satu kata

Bukan atas dasar nafsuku
Bukan atas dasar keangkara murkaanku
Sebatas keyakinan dalam pilihan terbaik untukmu
Atau sekedar rasa takutku atas jalan yang salah yang kau tempuh

Duhai jiwa yang dititipkan Tuhan untukku
Saat nisan ibu mengganti kehadiran ibu di dunia ini
Mungkin saat itu kau akan bebas memilih
Dan tak lagi ada pertentangan diantara batinmu

Namun ingatlah, diantara bulir - bulir airmata
Diantara gertak marah dan bentak kata
Kasih sayangku tetap setia mendampingimu
Dalam doa dan tutup senja usia
Baca juga : Puisi CInta Untuk Ibu Tersayang Terbaru 2015

PUISI IBU MENGHARUKAN


Teruntuk Anakku

Kutimang engkau diayunan kasih
Peluk sayang lembut melingkar tubuhmu
Saat sakitmu, akulah yang pertama merasakan pedihmu
Saat tangismu, akulah yang pertama menghapus air matamu

Sembilan bulan kau menyatu dalam ragaku
Menjadi masa terindah penuh keluh dan gelisah
Hingga saat kupertaruhkan nyawaku untukmu
Tak perduli aku mati, kau harus tetap hidup

Kini, saat kau besar
Saat kau terpisah dari jasadku
Dan kini, kau telah berjalan sendiri tanpa kutitah
Memilih jalanmu tanpa kubimbing
Kau anggap aku adalah benalu

Kasih sayangku kau anggap rasa malu
Perhatianku kau anggap jeruji besi yang mengurung kebahagiaanmu
Nasihatku tak lebih hanya suara angin sore hari
Dan ketidak mampuanku kau anggap kurangnya kasih sayang

Mengertilah duhai anakku
Saat kau bahagia aku lebih bahagia
Dan ketika kau sedih, aku yang akan merintih
Aku tak mau engkau sedih
Hingga jalan yang kutempuh menjadi dalam bencimu
Namun, satu hal yang pasti
Di sini cinta ini utuh untukmu anakku
Hingga nati,
Tuhan memanggilku dalam kematian yang sunyi
Di dunia dan dikuburku
Aku menyayangimu, lebih dari yang kau tahu

Saat ini, untuk kamu yang masih punya ibu, cobalah untuk lebih menghormati ibu. Kadang memang kita tidak sependapat dengan ibu. Kadang kita juga merasa bahwa ibu tidak mengerti kebahagiaan kita sehingga beliau kemudian melarang kita untuk melakukan sesuatu. Tapi perlu diperhatikan bahwa, segala yang ibu lakukan adalah berdasarkan pertimbangan yang mana yang terbaik untuk kita.

Disaat tujuan sama namun jalan yang berbeda, maka hormatilah ibu dengan segala keinginan nya. Kadang kita marah dengan kemarahannya, kadang sedih dengan kata - kata bentakannya tapi dibalik semua itu. Ada kasih sayang tak berujung yang abadi bahkan hingga tak ada lagi sisa tubuhnya yang kita lihat. Jagalah ibu selagi masih ada. 

Semoga saja puisi ibu tercinta diatas dapat menyadarkan tentang kasih sayang ibu yang tanpa batas. Salam cinta untuk para ibu. Malaikat tanpa sayap.
loading...
Back To Top